Di malam dengan segala hiruk pikuk keramaian di sekitaran Unnes telah berkumpul beberapa pemain dari Tim PJKR D yang sedang berbincang sembari menunggu teman-teman yang lain yang sedang mempersiapkan segala peralatan yang akan di bawa, memang sudah menjadi kebiasaan atau ciri khas dimana jam berkumpul selalu tidak tepat waktu. “dimana ini pemain yang lainnya kan sudah diberitahu kalau kumpul harus tepat waktu” ujar coach kinyol yang dari tadi bolak-balik dengan beberapa celotehannya yang membuat kuping para pemain yang sudah berkumpul panas seperti tergigit semut karena memang bila coach kinyol sudah terkenal dengan perkataannya yang begitu nyelekit entah itu diluar atau di dalam lapangan. Tak beberapa waktu berselang setelah ocehan coach kinyol berhenti datang beberapa pemain yang ditunggu-tunggu dari tadi dengan dengan wajah merasa tak bersalah mereka mengabaikan coach kinyol yang langsung memasang wajah garanngnya. Tepat waktu menunjukan pukul 21.00 rombongan tim berangkat dengan penuh semangat setelah melakukan doa sebelumnya agar dalam perjalanan mereka selalu diberi kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Esa, lalu lalang kendaraan dimalam hari mengiringi perjalanan para punggawa tim PJKR D yan-g saling berbincang satu sama lain untuk menjalin keakraban yang memang akan menciptakan kekompakan di dalam lapangan, perjalanan yang awalnya lancar menjadi sedikit terganggu dimana mulai timnbul kemacetan karena adanya truk yang mogok di beberapa bahu jalan membuat kondisi dalam bis yang mulai sunyi karena para pemain sudah menikmati perjalanan menjadi kembali bergemuruh dengan beberapa celotehan opemain yang mulai bosan karena perjalanan begitu nlama dan dihiasi pemandangan yang begitu semrawut berhias klakson-klakson truk yang juga mulai tak sabaran, setelah beberapa jam dengan kondisi yang begitu membosankan bis pun mulai kembali berjalan lancar dan mulai tancap gas yang membuat kondisi dalam bis mulai bisa dinikmati . Saat malam mulai menuju ke senja para pemain mulai terbangun dan beranjak debgan cepat karena bis telah sampai di mess yang telah disediakan jauh-jauh hari, setelah merapikan segala perlengkapan di kamar masing-masing mulailah mereka berkumpul di ruang tamu mess dengan salaing melempar ejekan satu sama lain sembari menunggu kedatangan coach kinyol yang akan menyampaikan bebraqpa pembahasan sebelum para pemain diijinkan beristirahat untuk mempersiapkan pertandingan sore nanti. Sinar matahari pun mulai menyingsing dan menunjukan sinarnya membangunkan para pemain yang sudah mulai berbincangbincang dan menahan lapar karena sudah saatnya m,engisi perut, tak lama menunggu pun apa yang dinanti daritadi datang dimana pagi hari ditemani dengan bubur ayam dan susu sapi yang akan mengembalikan tenaga para pemain yang sudah terkuras selama perjalanan yang melelahkan semalam, segala canda tawa pun semakin menjadi disaat coach kinyol mampu berbaur dengan para pemain dan menghilangkan segala rasa amarah semalam yang tersulut karena ulah-ulah para pemainnya yang tidak disiplin yang memang pelatih manapun pastinya akan melakukan hal yang sama bila dalam keadaan yang sama pada saat itu. Siang pun mulai datang dan hawa panas yang berbeda di Bantul pun mulai terasa di tengah-tengah para pemain tim PJKR Dyang sedang asik bermain poker untuk mengisi waktu luang mereka agar tidak membosankan seperti perjalanan semalam, “wah permainannya kurang seru bila tidak ada hukuman cuma begitu-begitu saja nih” ujar Fuad salah satu pemain tim PJKR D dan akhirnya pun kejailan terjadi dimana huikuman di buat lebih menantang saat yang kalah harus menjawab pertanyaan-pertasnyaan para lawan bermainnya dengan jujur yang makin membuat pecah suasana ruang tamu mess yang awalnya rapi menjadi mirip dengan kondisi kapal pecah karena banyak barang-barang yang terlempar kesana kemari tak beraturan yang memang menjadi cirikhas anak-anak bila sudah berkumpul menjadi satu ruangan dan memiliki keasyikan mereka tersendiri. Saat sore mulai tiba dan pemain pun berkumpul untuk bersiap berangkat menuju ke lapangan pertandingan dengan semangat membara setelah mendapatkan suntikan motivasi dari coach Kinyol terlebih Qosim yang ternyata tanpa diduga-duga ditunjuk sebagai kapten dalam pertandingan hari ini yang akan mempertemukan tim PJKR d dengan tim PS Dirgantara ytang memang sudah di segani di wilayah Bantul dengan kekuatan mereka yang di acungi jempol pula oleh coach Kinyol. Sesampainya dilapangan dan diruang ganti pun tak henti celotehan para pemain tim PJKR D yang memang sangat penting untuk menghilangkan gugup pastinya, setelah coach memberikan arahan kepada tim mulailan memasuki lapangan dengan penuh rasa semangat yang tinggi. Tepat pukul 15.00 dimana matahari memancarkan sinarnya dengsan cerah diriingi sayup-sayup angin mengawal mulainya pertandingan hari ini, pertandingan berjalan dengan hati-hati dimana PS Dirgantara menampilkan tim terbaik mereka dengan Riki pemain depan andalan mereka yang memang selalu ,mencetak gol di setiap pertandingan yang mereka lakoni, tetapi memang para pemain belakang PJKR D sudah mendengarkan perintah coach Kinyol yang memang sudah menugaskan untuk berhati-hati dengan Riki. Tepat di menit 25 pemain sayap PJKR D mampu mencuri gol lewat peluang yang tercipta dari kombinasi cantik Fesa dan Rico dan skor itu bertahan sampai babak pertama berakhir. Di babak kedua pertandingan berjalan makin sengit karena PS Dirgantara bermain makin menggila untuk mengejar ketertinggalan mereka, tepat di pertengahan babak kedua yang berjalan seperti pertandingan final ini terjadi pelanggaran keras yang dilakukan oleh Farid pemain PS Dirgantara yang menimbulkan klericuhan karena tim PJKR D merasa tak terima dengan pelanggaran yang dilakukan dan kahirnya dengan ketegasannya wasit yang memimpin jalannya pertandingan u8ntuk memberikan kartu merah atau mengusir keluar poemain yang melakukan pelanggaran tadi, setelah kembali kondusif dan beberapa kata-kata yang di teriakan coach Kinyol membuat pertandingan kembali bisa dilanjutkan dan beberapa menit pertandingan berlangsung Ferianto mampu melesatkan tendangan keras dari luar kotak pinalti dan menambah keunggulan dari PJKR D menjadi 2-0 diakhir-akhir babak kedua klembali terjadi kericuhan karena tensi pertandingan mulai meninggi disaat pemain-pemain PS Dirgantara mulai fruistasi dajn tidak bisa membobol gawang PJKR D yang di kawal Dika yang menampilkan penampilan yang apik sejak babak pertama dengan beberapa penyelamatan yang dia lakukan. Dan akhirnya pertandingan pun berakhir dimana PJKR D meraih kemenangan 2-0 terhadap PS Dirgantara, setelah pertandingan usai para pemain kembali bersalaman karena pastinya menjunjung tinggi sportifiotas agar tercipta kondisi yang kembali menyenangkan karena rivalitas hanyalah 90 menit selebihnya para pemain adalah kawan yang sama-sama mencari rejeki dalam sepakbola yang harusnya saling menghargai satu sama lain. Ditengah perjalanan dalam bis kembali muncul celotehan para pemain yang gembira karena meraihb kemenangan berharga dan sesuai yang ditargetkan, tetapi ada yang berbeda karena coach Kinyol tampak tidak membaur bersama para pemain yang bersendau gurau dan hanya berdiam di kursi depan dekat supir memaqsang wajah hgarang yang biasa mucul saat adfa rasa kecewa. Sesampainya di mess para pemain kembali beranjak dengan cepat karen memang ingin cepat agar tak berebut kamar mandi sepertui ribuan demo yang menuntut hak nya yang belum di penuhi, setelah itu para pemain menyantap hidangan yang disediakan begitu mewahnya dengan lauk ayam yang di bakar yang membuat selera makan menjadi meninggi. Tiba di malam yang begitu sunyi dan para pemain di kumpulkan oleh coach Kinyol dengan pandangan yang sedikit berbeda sedari tadi bak macan yang sedang kelaparan, dan ternyata benar muncul kata-kata amarah dari ciach Kinyol yang membuat kuping para pemain seperti tertendang karena dia merasa kecewa denganm yang para pemain lakukan dan menyebabkan kericuhan di pertandingan tadi tetapi di tengah itu coach kinyol memuji permainan yang ditunjukan tim nya yang mampu meraih hasil baik dengan kemenangan dan dia puas melakukan tour di Bantul inidan mengingatkan untuk para pemain untuk bersiap dengan pertandingan esok hari melawan tim PJK yang juga memilki kekuatan yang tidak jauh berbeda dengan PS Dirgantara tadi. Berakhirlah pembahasan yang di lakukan ciach Kinyol dan pemain pun berhamburan keluar untuk menikmati bagaimana keindahan Bantul di malam minggu dengan suanan yang sangat nyaman pemain punmasuk kedalam tepat nongkrong yang macam hotel bintang lima dengan segala aksesorisnya yang terlihat mewah membuat para pemain betah untuk bercengkrama dengan ciri khas meraka yang selalu tercipta disaat sudah berkumpul, tak terasa malam pun jatuh di ujung jalan para pemain mulai berjalan kembali ke mess dengan sengaja agar tetap bisa menikmati perjalanan agar tak terlewat begitu saja yang memang jarah mess tak jauh.sesampainya ke mess yang tampak rapi seperti sediakala mereka pun yang memang sudah kehabiossan tenaga langsung beristirahat dengan kebebasan masing-masing hingga pagi menjemput para pemain di pandu coach Kinyol untuk melakukan peregangan agar kelelahan otot kemarin menghilang dan siap untuk pertandingan nanti dengan tenaga maksimal. Setelah usai p[ara pemain disambut denan sarapan yang begitu mengugah selera dan memakan dengan lahap seperti orang kelaparan yang tak makan beberapa hari.
Setelah
puas beristiraha eaktu berangkat kelapangan pun tiba dan debgan semangat tim
PJKR D memasuki lapangan dan optiomis menang karena modal pertandingan kemarin
yang akan memacu motivasi mereka bermain macam pertandingan final yang begitu memperlihatkan
gensi.
Pertandingan
yang begitu seu danj tensi tinggi pun tersaji9 hingga babak pertama usai dan di
ruang ganti para pemain terken semprot coach Kinyol karena tidak bisa
memaksimalkan peluang yang ada, di babak kedua terjadi beberapa pergantian
pemain untuk kembali menambah daya gedor tim dan akhirnya memberikan hasil di
menit 72 dimana Fuad mampu mencuri gol dengan giringannya yang mampu melewati 2
pemain belakang lawan dan dengan mudang menceploskan bola kegawang lawan dan
membuat penjaga gawang tak berkutik di buatnya.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-0
untuk kemenangan tim PJKR D dan membuat tour kali ini membuahkan hasil maksimal
dari PJKR D dan akhirnya kembali ke mess pun dengan sorak-sorai yang begitu
bergemuruh.
Diperjalanan
pulang pun begitu sukacita para pemain PJKR D dan akhiornya coach Kinyol pun
mampu membaur dan membuat makin meriahnya keseruan mereka yang tiada henti
sampai akhir perjalanan sampai ke Unnes, dan sebelum bubar coach Kinyol
menyampaikan ucapan terimakasihnya dan memneritahu kapan jadwal tour lagi yang
akan di laksanakan tim PJKR D.RJH128
Tidak ada komentar:
Posting Komentar