Hawa panas menyambut kedatangan kami
di Universitas Sultan Agung,tepatnya pada jam 07.20 kami sampai di kampus
Unisula.di daerah sini cuacanya memang terkenal dengan cuacanya yang
pans.Unisula menjadi tempat dilaksanakanya pertandingan Pekan Olahraga
Mahasiswa Daerah tingkat Jawa Tengah.Peserta yang bertanding adalah peserta
yang menjadi juaara dan runner up pada seleksi pada setiap rayonya.Saya
bertanding pada kelas D putra dengan berat badan 60-65 Kg.pada saat saya
melakukan uji timbangan angka menunjukan angka 68 Kg sehingga membuat tim
pelatih kaget dengan kelebihan yang mencapai 3 kg.”Sekarang kamu lari
dulu aja biar berat badanmu turun gak usah ikut upacara pembukaan” jelas Regi
selaku official tim UNNES.Kemudian kusiapkan baju yang akan kugunakan
untuk menurunkan berat badan,lapis demi lapis baju saya pakai agar suhu udara
semakin meningkat jadi dapat mempercepat penurunan berat badan.dengan 2 kaos
dan 2 jaket yang tebal saya mulai mencari tempat untuk berlari,saya mulai
berjalan menyusuri kampus Unisula untuk mencari tempat yang cocok untuk berlari.Akhirnya
sampai juga saya disebuah parkiran sepeda motor yang sepi karena kondisi kampus
yang sedang libur,jadi tidak ada kendaraan yang diparkirkn disana.Dengan cuaca
yang sangat panas saya terus berlari untuk menurunkan berat badan yang kelebihan
sebanyak 3 kg.
Dengan semangat saya terus berlari walaupun teriknya panas dapat
menjadikan kulit yang ada ditubuh saya dapat berubah.Langkah demi langkah kaki
kuayunkan untuk terus berlari,dalam hatiku berkata “ aku harus bisa
bertanding,aku harus bisa bertanding” kata itulah motivasi yang timbul dari
diri saya saat saya berlari.Setelah selama 6 bergelut dengan berat badan
akhirnya berat badan yang saya inginkan telah sesuai yaitu 64.8 ,tetapi karena
masih selisih sedikit dengan batas atas berat badan dan saya juga harus menjaga
pola makan agar berat badan tidak kembali naik lagi.
Akhirnya jadwal bertandingku sudah akan dimulai masih menunggu 1 pertandingan lagi,pemanasan mulai saya
lakukan mulai dari kepala sampai kaki.Rasa ketakutan mulai muncul dalam diri
saya saat akan melakukan pertandingan mengingat kondisi tubuh saya yang mulai
lemas akibat berlebihan mengurangi berat badan secara cepat.setelah selesai
melakukan pemanasan segera kupersiapkan peralatan yang nantinya akan saya
pergunakan dalam pertandingan seperti pelindung badan.” Segera mempersiapkan
diri pesilat dari sudut merah Feri nurdiyanto dari Unnes berhadapan dengan
pesilat dari sudut biru M.arwani dari IAIN Salatiga” terdengr suara panggilan
dari meja ketua pertandingan untuk segara memasuki ke gelanggang.Saya dan
diikuti oleh 2 official saya mulai berjalan menuju gelanggang dengan sudut
merah untuk segera bertanding.”Panggilan pesilat sudut merah atas nama Feri
nurdiyanto dari Unnes” terdengar panggilan kembali untuk memberikan penghormatan
kepada ketua pertandingan.dari sudut merah saya mulai berjalan ke tengah
gelanggan,sambil menghadap ke wasit saya memberikan salam penghormatan dan
kemudian saya menghadap ke ketua pertandingan dan juga sama memberikan salam
penghormatan.Setelah wasit sedikit memberikan instruksi masalah teknis
pertandingan setelah itu pesilat diberikan aba-aba untuk bersiap.”Gooooooooong”
terdengar bunyi dari gong sebagai tanda dimulainya babak pertama,saya mulai
mendekati lawan saya,melihat ada sedikit celah pada sasaran langsung ku arahkan
pukulan keaarah bagian dada yang tadi terjaga.Terliat wajah kaget dari lawan
saya mengingat pukulan yang saya lancarkan tadi masuk mengenai sasaran.Karena
ingi mengungguli point yang saya buat lawan kemudian mencoba untuk memulai
menyerang.
lawan melakukan tendangan samping
menggunakan kaki kanan dengan reflek cepat saya mulakukan tangkisan dan
berusaha menangkap kaki lawan,dan akhirnya tendangan yang tadinya keras dengan
kecepatan yang tinggi berhasil saya tangkap.tidak menyia-nyiakan kesempatan
saya mengangkat kai yang saya tangkap tadi sehingga lawan menjadi kehilangan
keseimbangan,kemudian kaki kanan saya mencoba untuk mengait kaki lawan yang
digunakan sebagai tumpuan,dan akhirnya lawan terjatuh.”Jatuhan sah pesilat
sudut merah” terdengar suara dari meja ketua pertandingan memberikan aba-aba
jatuhan yang saya lakukan sah dan mendapat tambahan nilai 3.
Dengan keunggulan
point yang cukup banyak lawan semakin agresif untuk menyerang balik,saya
mencoba untuk menangkis tendangan-tendangan yang dilancarkan dengan membalas
dengan satu pukulan.karena terlalu terburu-buru untuk mengejar point pada saat
melakukan tendangan lawan terpleset hingga terjatuh sehingga saya mendapat
tambahan point lagi 3.Llawan mulai melancarkan tendangan-tendangan lagi mulai
dari kaki kanan dan menggunakan kaki kirinya saya mencoba untuk menjauh dari
jarak serang dan mencoba untuk menangkis tendangan.saya merasakan kaki saya
sudah mulai berat apabila digunakan untuk menendang sehingga saya hanya
menangkis dan mencoba mengulur waktu yang terus berjalan.rasa lemas sudah mulai
muncul saat pertandingan babak pertama dilakukan sehingga saya harus menerima
tendangan yang sangat keras keaarah sasaran dada saya sebanyak dua kali
berturut-turut.Sambil saya terus mengulur waktu sambil menangkis akhirnya
kembali terdengar kembali bunyi gong yang memberikan aba-aba babak pertama
telah selesai.
Setelah waktu istirahat selama
satu menit selesai wasit kembali memanggil pesilat untuk segera memulai
pertandingan babak kedua.Pertandingan kembali berlangsung dengan keras lawan
mulai melancarkan tendangan-tendangan untuk memenangkan pertandingan,karena
kondisi tubuh saya yang mulai lemas sehingga banyak tendangan yang masuk
mengenai sasaran.saya terus mencoba untuk membuat lawan masuk dalam strategi
permainan saya,dengan cara mengulur waktu dan selelu menjauhi lawan sehingga
saya akan ada sedikit tenaga untuk bertahan sampai babak ketiga.”Ayo mas feri
semangattttttt” terdengar banyak suara dari penonton yang memberikan semangat
terhadap saya mengingat point dalam pertandingan hanya terpaut tipis.sembari
mengumpulkan tenaga saya mulai melihat celah saat lawan melakukan
tendangan,akhirnya lawan kembali menendang menggunakan kaki kanan lagi secara
sigap saya langsung menangkap dan menjatuhkan lawan kembali sehingga
pertandingan menjadi sangatlah seru karena point hanya selisih dua angka
saja.lawan semakin menggila dalam babak kedua ini dia mulai melancarkan
tendangan-tendangan untuk mendapatkan point,pada saat ini banyak pula tendangan
yang masuk dan mengakibatkan saya hingga terpental keluar dari
gelanggang.
Melihat posisi kuda-kuda dari kaki lawan saya mencoba untuk
menggunakan teknik guntingan ke lawan,saya mulai melangkahkan kaki saya dan
mencoba mengait kedua kaki lawan dengan teknik guntingan ini dan akhirnya lawan
pun terjatuh sehingga point kembali selisih sedikit.saya kembali mencoba untuk
mengulur waktu agar babak kedua cepat selesai sesering kali saya melakukan
gerakan guntingan yang tidak tepat sasaran agar pertandingan berhenti sebentar
untuk saya menghelai nafas,dan akhirnya bunyi gong kembali berbunyi yang
menandakan babak kedua telah selesai.saya mamanfaatkan satu menit waktu
istirahat dengan meminum air agar saya dapat mengembalikan sedikit tenaga dalam
tubuh saya.
Bunyi gong kembali berbunyi tanda
babak ketiga telah dimulai,dengan kondisi badan yang semakin lemas saya mencoba
untuk mempertahankan keunggulan point saya.dengan cara menghindar dan menangkis
tendangan dari lawan sesekali saya melakukan gerakan guntingan sehingga
pertandingan ihentikan sementara waktu.Karena saya masih unggul dibabak ketiga
lawan semakin semangat melancarkan serangan,karena saya terus menjauh dari
lawan sehingga lawan pada babak ketiga terpancing emosinya,akhirnya dia
melancarkan pukulan tepat dimuka saya.Saya terjatuh sambil tangan saya
memegangi bagian yang tadinya terkena pukulan.Tim medis pun mulai mengecek
bagian muka saya yang terkena pukulan.setelah medis mengecek bekas pukulan pada
muka saya kemudian tim medis memberikan aba-aba fit yang artinya saya masih
bisa melanjutkan pertandingan.dengan pukulan kea rah muka yang dilakukan lawan
tadi sehingga lawan mendapat pengurangan point dua.
Karena ingin mencoba
mengungguli poin saya lawan terus melancarkan tendangan-tendangan kembali.Saya
terus berusaha untuk mengamankan keunggulan point yang saya miliki.saya mencoba
memperkecil jarak serang lawan dengan memepet ke lawan dan akhirnya lawan
kembali melakukan pukulan dengan arah yang salah sehingga kembali lawan
mendapat teguran dan mendapatkan pengurangan 5 poin.dengan demikian point saya
semakin menjauh dari lawah,di sisa-sisa waktu babak ketiga lawan terus mencoba
untuk menyerang kembali untuk mengejar point.saya terus mengamankan point saya
dengan terus mengulur pertandingan,dan akhirnya bunyi gong kembali berbunyi
yang menandakan babak ketiga telah selesai.Dan akhirnya saya memenangkan
pertandingan semi final yang sangat melelahkan.
Setelah saya selasai
melakukan pertandingan saya menghampiri lawan bertanding saya dan officialnya
untuk bersalaman dan saling berbicara.saya memberikan motivasi kata-kata
semangat kepada lawan saya tadi agar terus bersemagat latihan karena masih ada
banyak kesempatan yang akan didapatkan mengingat dia masih semester dua.Karena
dalam 4 kali pertemuan di event yang berbeda-beda dengan saya M Arwani selalu
kalah dengan saya dipartai final maupun semi final.setelah itu saya kembali ke
tempat dimana teman-teman dari Unnes berkumpul dan saya langsung beristirahat
untuk memepersipkan pertandingan final yang akan dilangsungkan hari selanjutnya.Karena
jadwal partai final yang masih lama akhirnya saya mulai memakan buah dan
sedikit nasi agar stamina saya kembali.Sesekali saya merenungkan kembali
pertandingan yang saya lakukan tadi,dengan kondisi yang sangat tidak
memungkinkan karena harus menurunkan berat badan sebanyak 3 kilo dan
dilanjutkan bertanding dalam jangka waktu yang cepat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar