Kamis, 24 Mei 2018

Perjuangan Partai Semi Final Pomda Jateng Cabang Olahraga Pencak Silat



Hawa panas menyambut kedatangan kami di Universitas Sultan Agung,tepatnya pada jam 07.20 kami sampai di kampus Unisula.di daerah sini cuacanya memang terkenal dengan cuacanya yang pans.Unisula menjadi tempat dilaksanakanya pertandingan Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah tingkat Jawa Tengah.Peserta yang bertanding adalah peserta yang menjadi juaara dan runner up pada seleksi pada setiap rayonya.Saya bertanding pada kelas D putra dengan berat badan 60-65 Kg.pada saat saya melakukan uji timbangan angka menunjukan angka 68 Kg sehingga membuat tim pelatih kaget dengan kelebihan yang mencapai 3 kg.”Sekarang kamu lari dulu aja biar berat badanmu turun gak usah ikut upacara pembukaan” jelas Regi selaku official tim UNNES.Kemudian kusiapkan baju yang akan kugunakan untuk menurunkan berat badan,lapis demi lapis baju saya pakai agar suhu udara semakin meningkat jadi dapat mempercepat penurunan berat badan.dengan 2 kaos dan 2 jaket yang tebal saya mulai mencari tempat untuk berlari,saya mulai berjalan menyusuri kampus Unisula untuk mencari tempat yang cocok untuk berlari.Akhirnya sampai juga saya disebuah parkiran sepeda motor yang sepi karena kondisi kampus yang sedang libur,jadi tidak ada kendaraan yang diparkirkn disana.Dengan cuaca yang sangat panas saya terus berlari untuk menurunkan berat badan yang kelebihan sebanyak 3 kg.
Dengan semangat saya terus berlari walaupun teriknya panas dapat menjadikan kulit yang ada ditubuh saya dapat berubah.Langkah demi langkah kaki kuayunkan untuk terus berlari,dalam hatiku berkata “ aku harus bisa bertanding,aku harus bisa bertanding” kata itulah motivasi yang timbul dari diri saya saat saya berlari.Setelah selama 6 bergelut dengan berat badan akhirnya berat badan yang saya inginkan telah sesuai yaitu 64.8 ,tetapi karena masih selisih sedikit dengan batas atas berat badan dan saya juga harus menjaga pola makan agar berat badan tidak kembali naik lagi.
Akhirnya jadwal bertandingku sudah akan dimulai masih menunggu 1 pertandingan lagi,pemanasan mulai saya lakukan mulai dari kepala sampai kaki.Rasa ketakutan mulai muncul dalam diri saya saat akan melakukan pertandingan mengingat kondisi tubuh saya yang mulai lemas akibat berlebihan mengurangi berat badan secara cepat.setelah selesai melakukan pemanasan segera kupersiapkan peralatan yang nantinya akan saya pergunakan dalam pertandingan seperti pelindung badan.” Segera mempersiapkan diri pesilat dari sudut merah Feri nurdiyanto dari Unnes berhadapan dengan pesilat dari sudut biru M.arwani dari IAIN Salatiga” terdengr suara panggilan dari meja ketua pertandingan untuk segara memasuki ke gelanggang.Saya dan diikuti oleh 2 official saya mulai berjalan menuju gelanggang dengan sudut merah untuk segera bertanding.”Panggilan pesilat sudut merah atas nama Feri nurdiyanto dari Unnes” terdengar panggilan kembali untuk memberikan penghormatan kepada ketua pertandingan.dari sudut merah saya mulai berjalan ke tengah gelanggan,sambil menghadap ke wasit saya memberikan salam penghormatan dan kemudian saya menghadap ke ketua pertandingan dan juga sama memberikan salam penghormatan.Setelah wasit sedikit memberikan instruksi masalah teknis pertandingan setelah itu pesilat diberikan aba-aba untuk bersiap.”Gooooooooong” terdengar bunyi dari gong sebagai tanda dimulainya babak pertama,saya mulai mendekati lawan saya,melihat ada sedikit celah pada sasaran langsung ku arahkan pukulan keaarah bagian dada yang tadi terjaga.Terliat wajah kaget dari lawan saya mengingat pukulan yang saya lancarkan tadi masuk mengenai sasaran.Karena ingi mengungguli point yang saya buat lawan kemudian mencoba untuk memulai menyerang.
lawan melakukan tendangan samping menggunakan kaki kanan dengan reflek cepat saya mulakukan tangkisan dan berusaha menangkap kaki lawan,dan akhirnya tendangan yang tadinya keras dengan kecepatan yang tinggi berhasil saya tangkap.tidak menyia-nyiakan kesempatan saya mengangkat kai yang saya tangkap tadi sehingga lawan menjadi kehilangan keseimbangan,kemudian kaki kanan saya mencoba untuk mengait kaki lawan yang digunakan sebagai tumpuan,dan akhirnya lawan terjatuh.”Jatuhan sah pesilat sudut merah” terdengar suara dari meja ketua pertandingan memberikan aba-aba jatuhan yang saya lakukan sah dan mendapat tambahan nilai 3.
Dengan keunggulan point yang cukup banyak lawan semakin agresif untuk menyerang balik,saya mencoba untuk menangkis tendangan-tendangan yang dilancarkan dengan membalas dengan satu pukulan.karena terlalu terburu-buru untuk mengejar point pada saat melakukan tendangan lawan terpleset hingga terjatuh sehingga saya mendapat tambahan point lagi 3.Llawan mulai melancarkan tendangan-tendangan lagi mulai dari kaki kanan dan menggunakan kaki kirinya saya mencoba untuk menjauh dari jarak serang dan mencoba untuk menangkis tendangan.saya merasakan kaki saya sudah mulai berat apabila digunakan untuk menendang sehingga saya hanya menangkis dan mencoba mengulur waktu yang terus berjalan.rasa lemas sudah mulai muncul saat pertandingan babak pertama dilakukan sehingga saya harus menerima tendangan yang sangat keras keaarah sasaran dada saya sebanyak dua kali berturut-turut.Sambil saya terus mengulur waktu sambil menangkis akhirnya kembali terdengar kembali bunyi gong yang memberikan aba-aba babak pertama telah selesai.
Setelah waktu istirahat selama satu menit selesai wasit kembali memanggil pesilat untuk segera memulai pertandingan babak kedua.Pertandingan kembali berlangsung dengan keras lawan mulai melancarkan tendangan-tendangan untuk memenangkan pertandingan,karena kondisi tubuh saya yang mulai lemas sehingga banyak tendangan yang masuk mengenai sasaran.saya terus mencoba untuk membuat lawan masuk dalam strategi permainan saya,dengan cara mengulur waktu dan selelu menjauhi lawan sehingga saya akan ada sedikit tenaga untuk bertahan sampai babak ketiga.”Ayo mas feri semangattttttt” terdengar banyak suara dari penonton yang memberikan semangat terhadap saya mengingat point dalam pertandingan hanya terpaut tipis.sembari mengumpulkan tenaga saya mulai melihat celah saat lawan melakukan tendangan,akhirnya lawan kembali menendang menggunakan kaki kanan lagi secara sigap saya langsung menangkap dan menjatuhkan lawan kembali sehingga pertandingan menjadi sangatlah seru karena point hanya selisih dua angka saja.lawan semakin menggila dalam babak kedua ini dia mulai melancarkan tendangan-tendangan untuk mendapatkan point,pada saat ini banyak pula tendangan yang masuk dan mengakibatkan saya hingga terpental keluar dari gelanggang.
Melihat posisi kuda-kuda dari kaki lawan saya mencoba untuk menggunakan teknik guntingan ke lawan,saya mulai melangkahkan kaki saya dan mencoba mengait kedua kaki lawan dengan teknik guntingan ini dan akhirnya lawan pun terjatuh sehingga point kembali selisih sedikit.saya kembali mencoba untuk mengulur waktu agar babak kedua cepat selesai sesering kali saya melakukan gerakan guntingan yang tidak tepat sasaran agar pertandingan berhenti sebentar untuk saya menghelai nafas,dan akhirnya bunyi gong kembali berbunyi yang menandakan babak kedua telah selesai.saya mamanfaatkan satu menit waktu istirahat dengan meminum air agar saya dapat mengembalikan sedikit tenaga dalam tubuh saya.
Bunyi gong kembali berbunyi tanda babak ketiga telah dimulai,dengan kondisi badan yang semakin lemas saya mencoba untuk mempertahankan keunggulan point saya.dengan cara menghindar dan menangkis tendangan dari lawan sesekali saya melakukan gerakan guntingan sehingga pertandingan ihentikan sementara waktu.Karena saya masih unggul dibabak ketiga lawan semakin semangat melancarkan serangan,karena saya terus menjauh dari lawan sehingga lawan pada babak ketiga terpancing emosinya,akhirnya dia melancarkan pukulan tepat dimuka saya.Saya terjatuh sambil tangan saya memegangi bagian yang tadinya terkena pukulan.Tim medis pun mulai mengecek bagian muka saya yang terkena pukulan.setelah medis mengecek bekas pukulan pada muka saya kemudian tim medis memberikan aba-aba fit yang artinya saya masih bisa melanjutkan pertandingan.dengan pukulan kea rah muka yang dilakukan lawan tadi sehingga lawan mendapat pengurangan point dua.
Karena ingin mencoba mengungguli poin saya lawan terus melancarkan tendangan-tendangan kembali.Saya terus berusaha untuk mengamankan keunggulan point yang saya miliki.saya mencoba memperkecil jarak serang lawan dengan memepet ke lawan dan akhirnya lawan kembali melakukan pukulan dengan arah yang salah sehingga kembali lawan mendapat teguran dan mendapatkan pengurangan 5 poin.dengan demikian point saya semakin menjauh dari lawah,di sisa-sisa waktu babak ketiga lawan terus mencoba untuk menyerang kembali untuk mengejar point.saya terus mengamankan point saya dengan terus mengulur pertandingan,dan akhirnya bunyi gong kembali berbunyi yang menandakan babak ketiga telah selesai.Dan akhirnya saya memenangkan pertandingan semi final yang sangat melelahkan.
Setelah saya selasai melakukan pertandingan saya menghampiri lawan bertanding saya dan officialnya untuk bersalaman dan saling berbicara.saya memberikan motivasi kata-kata semangat kepada lawan saya tadi agar terus bersemagat latihan karena masih ada banyak kesempatan yang akan didapatkan mengingat dia masih semester dua.Karena dalam 4 kali pertemuan di event yang berbeda-beda dengan saya M Arwani selalu kalah dengan saya dipartai final maupun semi final.setelah itu saya kembali ke tempat dimana teman-teman dari Unnes berkumpul dan saya langsung beristirahat untuk memepersipkan pertandingan final yang akan dilangsungkan hari selanjutnya.Karena jadwal partai final yang masih lama akhirnya saya mulai memakan buah dan sedikit nasi agar stamina saya kembali.Sesekali saya merenungkan kembali pertandingan yang saya lakukan tadi,dengan kondisi yang sangat tidak memungkinkan karena harus menurunkan berat badan sebanyak 3 kilo dan dilanjutkan bertanding dalam jangka waktu yang cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Reportase

Turnamen Tonnis Antar Mahasiswa Transfer Kredit LPTK 2018 dan Mahasiswa Asing Unversitas Negeri Semarang Turnamen Tonnis yang dise...