Kamis, 22 Maret 2018

Doping dalam sepak bola (Paraditya Garin A.S. /6101415230)

Dikutip dari
http://junoraga.blogspot.co.id/2014/12/sepakbola-dengan-dopingnya-didunia.html?m=1

Penggunaan doping pada olahraga sepakbola pertama kali diungkapkan oleh salah satu pemain Arsenal , yaitu Bernard Joy  pada tahun 1952 . Dia mengungkapkan bahwa pada suatu laga FA Cup antara Arsenal kontra West Ham, para pemain arsenal menenggak sesuatu yang disebut Bernard bernama "Pep's Pill". Pada tahun 1954 penggunaan Doping lainnya muncul saat Final Piala Dunia yang mempertemukan Jerman kontra Hungaria.


 Berikut adalah sepuluh obat doping yang paling sering digunakan para atlet versi Pharmacytechs.net:

1. Nandrolone dapat menumbuhkan massa otot dan membantu pemulihan fisik setelah latihan.
2. Testosterone membantu membangun massa otot, mengurangi lemak, dan meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang.
3.Kokain meningkatkan energi dan rasa percaya diri seseorang dalam waktu singkat.
4.Stanozolol meningkatkan kekuatan otot, menghasilkan massa tubuh tanpa lemak, dan meningkatkan daya tahan.
5. Ephedrine meningkatkan energi dan menurunkan berat badan dengan mempercepat metabolisme.
6. Tetrahydrogestrinone dapat meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan pertumbuhan otot.
7. Amphetamines dapat meningkatkan energi dan fokus.
8. Human Growth Hormone digunakan untuk mengobati gangguan pertumbuhan anak dan kekurangan hormon pertumbuhan dewasa. Kadang-kadang juga digunakan untuk memerangi penuaan, khususnya menurunkan lemak tubuh, meningkatkan energi, meningkatkan warna dan tekstur kulit, dan membantu fungsi sistem kekebalan tubuh.
9. Human Chorionic Gonadotropin sebenarnya digunakan kaum wanita untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. Bagi pria, HCG membantu produksi testosteron dan sperma, serta dapat digunakan pada anak-anak laki-laki dengan cacat lahir testis. Kadang-kadang obat ini digunakan pula sebagai produk penurunan berat badan.
10. Androstenedione dapat meningkatkan kekuatan otot dan mempersingkat waktu pemulihan otot.

Doping kini dilarang untuk digunakan oleh para atlet, khususnya sepak bola karena dirasa curang atau melanggar ketentuan. Kekuatan seorang atlet bisa terjadi akibat genetika yang kuat, contohnya Cristiano Ronaldo. Dia memang terlihat seperti robot ketika bermain sepak bola, ini karena otot - ototnya dia latih sejak dini, bakatnya pun tidak menurun dari ayahnya. Tapi , dia berusaha semaksimal mungkin agar bisa menjadi pemain sepakbola yang mengubah kehidupannya. Berbeda dengan lawannya yaitu Leonel Messi. Messi mempunyai bakat sejak kecil. Namun pertumbuhannya terhalang akibat hormonnya tidak bekerja secara normal. Kemudian, sejak berumur 8tahun Messi sering menyuntikan doping hormon itu dikakinya sendiri setiap malam. Keluarganya bisa menghabiskan 1000pounsterling untuk biaya suntik Messi kecil. Kemudian di umur 12 tahun, Barcelona menarik Messi ke akademinya dan menanggung seluruh biaya pengobatannya.

Sekilas, awal mula digunakannya doping pada olahraga sepakbola dan macam - macam jenis doping. Semoga bermanfaat (^^)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Reportase

Turnamen Tonnis Antar Mahasiswa Transfer Kredit LPTK 2018 dan Mahasiswa Asing Unversitas Negeri Semarang Turnamen Tonnis yang dise...